Selasa, 01 Juli 2014

Teknologi Berakibat Buruk Bagi Keseimbagan Dunia Kerja

Hal ini merupakan kesimpulan dari sebuah penelitian terbaru yang juga mengungkapkan bahwa hampir 2/3 bos perusahaan mengharapkan para staffnya untuk memeriksa email di luar jam kerja. Kenyataan ini berbeda dari tahun 1930-an ketika seorang pengamat ekonomi, John Maynard Keynes, dengan percaya diri memprediksikan teknologi modern akan membantu mengerjakan 15 jam pekerjaan seminggu, dengan masyarakan bisa memilih untuk lebih santai karena material yang dibutuhkan bisa membantu dalam dunia kerja mereka.


Teori dari prediksinya memang sederhana, pekerjaan yang menggunakan teknologi menambahkan hasil pekerjaan bagus setiap jam kerja, artinya karyawan akan bekerja lebih sedikit dan semakin sedikit untuk memuaskan kebutuhannya, sampai akhirnya mereka tidak perlu bekerja sama sekali karena mereka akan hanya mengandalkan teknologi yang mereka punya. Prediksi memang melenceng jauh dari kenyataan sekarang ini.

Menurut survei yang dilakukan oleh Fastnet Recruitment, hampir 75 persen dari pekerja di Irlandia berpikir bahwa teknologi memiliki pengaruh negatif dalam keseimbangan dunia kerja mereka. Penelitian tersebut menemukan bahwa 81 persen dari pemiliki perusahaan dan 68 persen pekerja yang mengikuti survei mengaku bahwa mereka merasa sulit untuk benar-benar tidak terganggu dengan pekerjaan di luar jam kerja, yang merupakan akibat dari teknologi berkomunikasi yang semakin maju.

dunia kerja

Dari 450 karyawan yang mengikuti survei, 60 persen dari mereka tetap mengakses dan menjawab email di luar jam kerja, sedangkan lebih dari 50 persen dari karyawan masih mengakses email meskipun mereka sedang liburan. Hal ini memang yang diinginkan oleh pemilik perusahaan, yang dimana 61 persen pemilik perusahaan mengharapkan karyawannya untuk memeriksa email di luar jam kerja, meskipun 82 persen dari pemilik perusahaan yang mengikuti survei tidak mengharapkan karyawannya untuk memeriksa email ketika sedang liburan.

Niamh O'Driscoll, selaku direktur manajer dari Fastnet Recruitment, mengatakan bahwa jawaban dari penelitian terbarunya memperlihatkan bahwa karyawan dan pemilik perusahaan mengalami kesulitan yang serupa dalam mengatur pekerjaan dan waktu kuang. Survei yang dilakukan memperlihatkan bahwa peningkatan penggunaan smartphone berarti penggunannya akan bisa terus dihubungi, apakah mereka sedang berada di dalam atau di luar kantor, di dalam atau di luar jam kantor.

Di Perancis, serikat buruh belum lama ini telah mengeluarkan sebuah pembatasan untuk karyawan Perancis mengenai pemutusan alat komunikasi untuk karyawan kontrak di sektor teknologi tinggi dan konsultasi. Meskipun begitu, survei yang dilakukan di Irlandia menemukan bahwa karyawan dan pemilik perusahaan di negara tersebut tidak mendukung gerakan tersebut dengan 51 persen pemilik perusahaan dan 75 persen dari karyawan mengatakan penentangannya untuk peraturan pembatasan yang serupa dengan yang dilakukan di Perancis karena justru akan semakin berakibat buruk bagi dunia kerja mereka.

Tips dunia kerja di DuniaProfesional.